Jurnal Keperawatan GSH http://jurnal.akpergshwng.ac.id/index.php/kep <p>Jurnal Keperawatan GSH adalah jurnal keperawatan untuk perawat, akademisi, dan praktisi. Jurnal Keperawatan GSH ini menerima artikel penelitian asli dan relevan di bidang keperawatan, serta studi literatur dan laporan kasus khususnya keperawatan atau kesehatan. Fokus dan scope jurnal ini adalah Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Dasar, Keperawatan Komplementer, Keperawatan Paliatif, Kesehatan, Reproduksi, Kebidanan, HIV/AIDS, Tuberculosis dan masalah kesehatan lainnya. Proses Review dilakukan dengan sistem blinded. Jurnal ini diterbitkan secara berkala pada bulan Januari dan Juni setiap tahun.</p> Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri en-US Jurnal Keperawatan GSH 2088-2734 HUBUNGAN DUKUNGAN TEMPAT KERJA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU BEKERJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUSKESMAS CANGKRINGAN KEBUPATEN SLEMAN 2022 http://jurnal.akpergshwng.ac.id/index.php/kep/article/view/70 <p><strong><em>Background:</em></strong> <em>The United Nation Children's Fund (UNICEF) and the World Health Organization (WHO) recommend exclusive breastfeeding to reduce infant mortality and morbidity. Working mothers tend not to breastfeed exclusively compared to mothers who do not work or housewives. Lack of workplace support is one of the factors causing exclusive breastfeeding failure on working mothers. In the area of Puskesma</em><em>s</em><em> Cangkringan,&nbsp; exclusive breastfeeding coverage decreased from 2020 to 20</em><em>2</em><em>1 and became one of the lowest coverage centers in Cangkringan Regency.&nbsp;</em><strong><em>Purpose:</em></strong> <em>This study aims to determine the relationship of workplace support with exclusive breastfeeding on working mothers in the working area of Puskesmas Cangkringan Sleman Regency in 2022.&nbsp;</em><strong><em>Metods:</em></strong> <em>The research method was analytical observation with cross sectional design. Purposive sampling technique was demonstrated and obtained 70 working mothers. Data collection used questionnaires that had been tested for its validity and reliability. Data were analyzed using chi-square.&nbsp;</em><strong><em>R</em></strong><strong><em>esult</em></strong><strong><em>:</em></strong> <em>There is an </em><em>indicated that there was a relationship between workplace support and exclusive breastfeeding on working mothers in the working area of Puskesmas Cangkringan in 2022 with p-value 0,011 (α = &lt;</em> <em>0,05) and low close relationship (Coefficient Contingency 0,291).&nbsp;</em><strong><em>Conclution</em></strong><em>: Characteristics of respondents related to exclusive breastfeeding were education, parity and duration of work.The workplace is expected to provide time, facilities and policies that support exclusive breastfeeding of working mothers in accordance with Government Regulations</em></p> <p><em><strong>Pendahuluan</strong>: United Nation Childrens Fund (UNICEF) dan World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemberian ASI Eksklusif untuk menurunkan angka mortalitas dan morbiditas bayi. Ibu bekerja cenderung tidak memberikan ASI eksklusif dibandingkan ibu yang tidak bekerja atau Ibu Rumah Tangga (IRT). Kurangnya dukungan tempat kerja menjadi salah satu faktor penyebab kegagalan ASI eksklusif pada ibu bekerja. Di wilayah Puskesmas Cangkringan cakupan ASI eksklusif menurun dari tahun 2020-2021 dan menjadi salah satu puskesmas dengan cakupan terendah di Kabupaten Sleman. <strong>Tujuan</strong>: untuk mengetahui hubungan dukungan tempat kerja dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di wilayah kerja Puskesmas Cangkringan Kabupaten Sleman 2022 Metode penelitian: observasional analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling dan melibatkan 70 responden yaitu ibu balita yang bekerja. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji statistik chi- square. <strong>Hasil</strong>: menunjukkan ada hubungan antara dukungan tempat kerja dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di wilayah kerja Puskesmas Cangkringan 2022 p-value 0,011 (α = &lt; 0,05) dan keeratan hubungan rendah (Coefficient Contingency 0,291). <strong>Kesimpulan</strong>: Karakteristik responden yang&nbsp; berhubungan dengan ASI eksklusif yaitu pendidikan, paritas dan durasi kerja. Tempat kerja diharapkan memberikan waktu, sarana prasarana dan kebijakan yang mendukung ASI eksklusif pada ibu bekerja sesuai dengan Peraturan Pemerintah.<br></em></p> Herbasuki Herbasuki Anton Yuliawan Eka Widhia Wati Copyright (c) 2022 Jurnal Keperawatan GSH 2022-07-23 2022-07-23 11 2 1 7 PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 PADA MAHASISWA AKPER GIRI SATRIA HUSADA WONOGIRI http://jurnal.akpergshwng.ac.id/index.php/kep/article/view/71 <p>Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). The increase in the number of cases took place quite quickly, and spread to various countries in a short time. Transmission of the COVID-19 virus can occur through direct contact with infected people and indirect contact with surfaces or objects used on infected people. Based on the mode of transmission, prevention of Covid-19 is focused on safe community behavior patterns, namely taking preventive steps such as personal hygiene, healthy food, wearing masks, self-isolation by staying at home. This study aims to analyze factors related to COVID-19 prevention behavior. This type of research is an analytic survey with a cross sectional approach. The population in this study were all students of Akper Giri Satria Husada. The research sample was 85 students. The sampling technique used is simple random sampling. Data analysis used univariate analysis, bivariate analysis using chi square test and multivariate analysis using multiple logistic regression. The results showed that most of the respondents aged 17-20 years (48%) and 78.31% were female. The results of the bivariate analysis showed that there was a significant relationship between knowledge and COVID-19 prevention behavior (p value = 0.0001) and there was a significant relationship between attitudes and COVID-19 prevention behavior (p value = 0.001). The results of the multivariate analysis show that the knowledge variable has the greatest influence on the behavior of preventing covid-19 with an OR value of 22.212.</p> <p>Latar belakang : Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Peningkatan jumlah kasus berlangsung cukup cepat, dan menyebar ke berbagai negara dalam waktu singkat. Penularan virus COVID-19 dapat terjadi melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi dan kontak tidak langsung dengan permukaan atau benda yang digunakan pada orang yang terinfeksi. Berdasarkan cara penularan tersebut, maka pencegahan Covid-19 difokuskan pola perilaku masyarakat yang aman yaitu melakukan langkah pencegahan seperti kebersihan diri, makanan sehat, pemakaian masker, isolasi mandiri dengan tinggal dirumah saja. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan covid-19. Metode : Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Akper Giri Satria Husada. Sampel penelitian sebanyak 85 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling. Analisa data menggunakan analisis univariate, analisis bivariate dengan menggunakan uji chi square dan analisis multivariate menggunakan regresi logistik ganda. Hasil : Sebagian besar responden berusia 17-20 tahun (48%) dan 78,31% berjenis kelamin perempuan. Hasil analisis bivariate menunjukkan ada hubungan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan covid-19 (p value=0,0001) dan ada hubungan signifikan antara sikap dengan perilaku pencegahan covid-19 (p value=0,001). Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel pengetahuan memiliki pengaruh paling besar terhadap perilaku pencegahan covid-19 dengan nilai OR = 22,212</p> Kristiana Puji Purwandari Y. Wahyunti Kristiningtyas Copyright (c) 2022 Jurnal Keperawatan GSH 2022-07-23 2022-07-23 11 2 7 15 PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) : GOSOK GIGI DAN TINGKAT PENGETAHUAN ANAK USIA 7-12 TAHUN http://jurnal.akpergshwng.ac.id/index.php/kep/article/view/72 <p>Health is one of the important factors in efforts to develop Human Resources (HR), including education. Therefore, it becomes natural for health insurance. Healthy living behavior is one of the important efforts made in creating healthy environmental conditions, especially elementary school children who are still in the growth and development stage. Toothbrush is one of the most effective oral physiotherapy tools. It is widely used for cleaning teeth and mouth. There are various dental techniques. The method used in this research is a descriptive case study which is one type of strategy in qualitative research with a case study research approach (case studies). The population in this study were all children in Tegal Rejo Village, Kaliancar, Selogiri, Wonogiri. A sample of 5 children respondents lacked knowledge about brushing their teeth. The instrument uses the extension program unit (SAP), leaflets and questionnaire sheets. Study results The five respondents experienced an increase in knowledge as evidenced by the ability to answer questionnaires before and after health education, from the less-enough category (35%-45%) to the fairly-good category (85%-95%).</p> <p>Kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam upaya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), termasuk pendidikan. Oleh karena itu, menjadi hal yang wajar jika penjaminan kesehatan.Perilaku hidup sehat merupakan salah satu upaya yang penting dilakukan dalam menciptakan kondisi lingkungan yang sehat, terutama anak sekolah dasar yang masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan.Sikat gigi merupakan salah satu alat fisioterapi mulut yang digunakan secara luas untuk membersihkan gigi dan mulut. Terdapat berbagai teknik menyikat gigi. Metode yang digunakan dalam penelitian dalam penelitian ini adalah studi kasus deskriptif yang merupakan salah satu jenis strategi dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan case study research (studi kasus). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak di Desa Tegal Rejo, Kaliancar, Selogiri, Wonogiri. Sampel sebanyak 5 responden anak kurang pengetahuan tentang gosok gigi. Instrument menggunakan satuan acara penyuluhan (SAP), Leaflet dan lembar kuisioner. Hasil studi Kelima responden mengalami peningkatan pengetahuan yang dibuktikan dengan kemampuan menjawab kuesioner sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan, dari kategori kurang-cukup (35%-45%) ke kategori cukup-baik (85%-95%).</p> Dita Rohma Nita Yunianti Ratnasari Copyright (c) 2022 Jurnal Keperawatan GSH 2022-07-23 2022-07-23 11 2 16 19 PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG POLA ASUH ANAK DI MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DI BATUWARNO, WONOGIRI http://jurnal.akpergshwng.ac.id/index.php/kep/article/view/73 <p>Background: During the current Covid-19 pandemic, the role of parents is really the main thing in realizing the health, happiness and success of a child. During the current covid-19 pandemic, the most important thing is the development of parenting patterns that adapt to the Adaptation of New Habits (IMR). So that mothers as parents must be able to increase knowledge about parenting in children during the COVID-19 pandemic. Objective: This study aims to determine whether there is an effect of health education on Child Parenting during the Covid-19 Pandemic on Increased Knowledge, and Attitudes of Mothers. Research Methods: This research is a Pre-Experimental study (Pre-Experimental design) with One Group Pretest-Posttest design. The research instrument used is a closed questionnaire. Univariate and bivariate data analysis, using simple linear regression analysis technique and Wilcoxon test. Results: The study showed an increase in respondents with good knowledge from 5 respondents (16.6%) to 16 respondents (53.3%) and an increase in the good attitude of respondents from 5 respondents (16.6%) to 17 respondents (56.7%). ) after the provision of health education. Wilcoxon test results obtained p-value = 0.000 &lt;0.05 indicates there is a significant difference between the level of knowledge and attitudes of mothers before and after the provision of health education. Conclusion: That health education has a significant influence on the level of knowledge and attitudes of mothers towards child rearing patterns during the COVID-19 pandemic.</p> <p>Latar Belakang : Masa pandemi Covid-19 saat ini, peran orang tua benar-benar menjadi hal utama dalam mewujudkan kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan seorang anak. Dimasa pandemi covid-19 saat ini, yang paling penting adalah pengembangan pola asuh yang menyesuaikan dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Sehingga ibu sebagai orang tua harus mmpu meningkatkan pengetahuan tentang pola asuh pada anak di masa pandemi covid 19. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pendidikan kesehatan Pola Asuh Anak Dimasa Pandemi Covid-19 Terhadap Peningkatan Pengetahuan, dan Sikap Ibu . Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian Pra-Eksperimen (Pre-Eksperiment design) dengan rancangan One Group Pretest-Posttest.. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner tertutup. Analisis data univariat dan bivariate, dengan teknik analisa Regresi Linear sederhana dan uji Wilcoxon. Hasil : Penelitian menunjukan terjadi peningkatan responden yang berpengetahuan baik dari 5 responden (16,6 %) menjadi 16 respoden (53,3%) dan peningkatan sikap baik responden dari 5 responden (16,6 %) menjadi 17 responden (56,7%) setelah pemberian pendidikan kesehatan. Hasil uji Wilcoxon didapatkan p-value = 0,000 &lt; 0,05 menunjukan terdapat perbedaan bermakna antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan. Kesimpulan : Bahwa pendidikan kesehatan memberikan pengaruh yang signifikan pada tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap pola asuh anak dimasa pandemi COVID-19</p> Retno Ambarwati Dela Kartika Ganas Asmara Maria Tri Wijayanti Copyright (c) 2022 Jurnal Keperawatan GSH 2022-07-23 2022-07-23 11 2 20 27 STRATEGI KOPING MAHASISWA DALAM MENGHADAPI KEBOSANAN DISTANCE LEARNING SAAT PANDEMI COVID-19 http://jurnal.akpergshwng.ac.id/index.php/kep/article/view/74 <p>During the COVID-19 pandemic, Teaching and Learning Activities (KBM) used an online system. The implementation of learning with the online system creates various obstacles for students. One of the obstacles faced by students is the problem of boredom and even prolonged stress if it is not balanced by proper management of coping strategies while experiencing boredom. This study aims to determine the coping strategies used by students to face boredom during distance learning. The research design in this study uses a qualitative approach. The subjects of this study were students of the Faculty of Health Sciences ITS PKU Muhammadiyah Surakarta. The sample taken by random sampling technique is 100 students. The results of this study indicate that most of the coping strategies used by students are Emotional Focused Coping (EFC), which is 73%.</p> <p>Pada saat terjadi pandemic covid 19, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) menggunakan sistem dalam jaringan (daring). Pemberlakuan pembelajaran dengan sistem daring tersebut menimbulkan berbagai kendala bagi mahasiswa. Salah satu kendala yang dihadapi mahasiswa yaitu masalah kebosanan bahkan stres yang berkepanjangan apabila tidak diimbangi manajemen strategi koping yang tepat selama mengalami kebosanan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi koping yang digunakan mahasiswa menghadapi kebosanan selama distance learning. Rancangan penelitian dalam penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan ITS PKU Muhammadiyah Surakarta, yang diambil dengan teknik random sampling sebanyak 100 mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar strategi koping yang digunakan mahasiswa adalah Emotional Focused Coping (EFC) yaitu sebesar 73 %.</p> Siti Sarifah Septi Aprilia Anik Enikmawati Copyright (c) 2022 Jurnal Keperawatan GSH 2022-07-25 2022-07-25 11 2 28 33 EFEKTIVITAS REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI http://jurnal.akpergshwng.ac.id/index.php/kep/article/view/75 <p>Background: Hypertension is systolic pressure more than 140 mmHg and diastolic pressure more than 90 mmHg (for age less than 60 years). The prevalence of hypertension sufferers in Wonogiri reached 49.48%. In Indonesia, 31.7% suffer from hypertension. The use of pharmacological therapy using chemical drugs in the long term causes side effects for people with hypertension, so they choose non-pharmacological therapies such as bay leaves. Bay leaf (Syzygium polyanthum) is a type of green leaf, pointed in shape, and belongs to a group of plants commonly used for traditional cuisine in Indonesia. Bay leaves have several benefits, including being able to add to the aroma of cooking, for traditional medicine in patients with hypertension, namely by drinking boiled water of bay leaves. Methods: This research belongs to the type of case study research. The population in this study were all residents of Kepatihan Village, Selogiri District, Wonogiri Regency who suffered from hypertension. The sample in the study was 3 respondents. The instrument used a Tensimeter, Stethoscope, observation sheet, and sheet. SOUP. Results: The results of observations made from all respondents found that after giving boiled bay leaves for 2x24 hours, the results of blood pressure in respondents decreased. Conclusion: The results of the analysis carried out from all respondents obtained data that giving bay leaf decoction is effective in helping to reduce blood pressure in patients with hypertension.</p> <p>Latar belakang: Hipertensi adalah tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg (untuk usia kurang dari 60 tahun). Prevalensi penderita hipertensi di Wonogiri mencapai 49,48%. Di Indonesia sebesar 31,7% menderita hipertensi. Penggunaan terapi farmakologi menggunakan obat kimia dalam jangka waktu yang lama menimbulkan efek samping bagi penderita hipertensi, sehingga memilih terapi non farmakologi seperti daun salam. Daun salam (syzygium polyanthum ) adalah jenis daun berwarna hijau, berbentuk lancip, dan termasuk dalam kelompok tanaman yang biasa digunakan untuk masakan tradisional di Indonesia. Daun salam mempunyai beberapa manfaat antara lain adalah mampu menambah aroma masakan, untuk obat tradisional pada penderita hipertensi yaitu dengan meminum air rebusan daun salam. Metode:Penelitian ini termasuk jenis penelitian case study research ( studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penduduk Desa Kepatihan Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri yang menderita Hipertensi. Sampel pada penelitian sebanyak 3 responden. Instrumen menggunakan Tensimeter, Stetoskop, lembar observasi, dan lembar SOP. Hasil: Hasil pengamatan yang dilakukan dari keseluruhan responden didapatkan bahwa sesudah dilakukan pemberian rebusan daun salam selama 2x24 jam, hasil tekanan darah pada responden mengalami penurunan.<br>Kesimpulan: Hasil analisa yang dilakukanan dari keseluruhan responden didapatkan data bahwa pemberian rebusan daun salam efektif untuk membantu penuruan tekanan darah pada penderita hipertensi. </p> Susana Nurtanti Sulistiyoningsih Sulistiyoningsih Copyright (c) 2022 Jurnal Keperawatan GSH 2022-07-25 2022-07-25 11 2 34 39 EFEKTIVITAS PEMBERIAN REBUSAN DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS http://jurnal.akpergshwng.ac.id/index.php/kep/article/view/76 <p>Background: Diabetes mellitus is a condition where there is an increase in the level of sugar in the blood or commonly called hyperglicemia. The prevalence of DM in Indonesia occupies the fourth position and continues to increase every year. The prevalence of DM sufferers in Wonogiri reached 40.48%. In Indonesia, 31.7% suffer from DM. The use of pharmacological therapy using chemical drugs in the long term causes side effects for people with hyperglicemia, so they choose non-pharmacological therapies such as guava leaves Guava leaves It contains tannins and calcium wherein tannins inhibit the –glycosidase enzyme so that slows down the release of glucose in the blood. Guava leaves have several benefits, for traditional medicine in patients with hyperglicemia, namely by drinking boiled water of guava leaves. Methods: This research belongs to the type of quasi experiment research. The population in this study were all residents of Gemantar Village, Selogiri District, Wonogiri Regency who suffered from DM. There were 30 samples taken by the researcher using purposive sampling technique. Results: The result is that there is a very significant effect between boiled water of guava leaves and a decrease in blood glucose levels in people with diabetes mellitus. Conclusion: The results of the analysis carried out from all respondents obtained data that giving boiled water of guava leaves is effective in helping to reduce blood glucose in patients with hyperglicemia.</p> <p>Latar belakang: Diabetes melitus adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan kadar gula dalam darah atau biasa disebut dengan hiperglikemia. Prevalensi DM di Indonesia menempati posisi keempat dan terus meningkat setiap tahunnya. Prevalensi penderita DM di Wonogiri mencapai 40,48%. Di Indonesia, 31,7% menderita DM. Penggunaan terapi farmakologi menggunakan obat kimia dalam jangka panjang menimbulkan efek samping bagi penderita hiperglikemia, sehingga memilih terapi non farmakologi seperti daun jambu biji.<br>Daun jambu biji Mengandung tanin dan kalsium dimana tanin menghambat enzim -glikosidase sehingga memperlambat pelepasan glukosa dalam darah. Daun jambu biji memiliki beberapa manfaat, untuk pengobatan tradisional pada penderita hiperglikemia yaitu dengan meminum air rebusan daun jambu biji. Metode: Penelitian ini termasuk jenis penelitian quasi experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah 60 orang yang menderita DM di desa gemantar. Adapun ampel yang akan diambil oleh peneliti berjumlah 30 orang menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Hasilnya, yaitu ada pengaruh yang sangat signifikan antara air rebusan daun jambu biji dan penurunan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus. Kesimpulan: Hasil analisa yang dilakukanan dari keseluruhan responden didapatkan data bahwa pemberian rebusan daun jambu biji efektif untuk membantu penuruan gula darah pada penderita hiperglikemia.</p> Yohanes Wahyu Nugroho Nugroho Priyo Handono Copyright (c) 2022 Jurnal Keperawatan GSH 2022-07-25 2022-07-25 11 2 40 44 PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG TEKNIK PEMBERIAN ASI PADA IBU YANG BEKERJA DITINJAU DARI TINGKAT PENGETAHUAN IBU http://jurnal.akpergshwng.ac.id/index.php/kep/article/view/77 <p>Latar belakang: Masa cuti hamil selama 3 bulan ibu yang bekerja akan cenderung meninggalkan bayi kepada keluarganya dan ibu yang bekerja hanya menghabiskan waktu di tempat kerja sehingga tidak memiliki banyak waktu untuk menyusui bayinya saat jam istirahat ditambah jika ada jam lembur kerja dan ibu tidak sempat untuk mempelajari tentang teknik pemberian ASI. Hal ini menyebabkan terputusnya pemberian ASI secara eksklusif pada bayi dan memilih untuk mengganti dengan susu formula.Berhentinya pemberian ASI eksklusif akan berdampak pada nutrisi bayi yang tidak terpenuhi sehingga daya tahan tubuh bayi akan rentan terkena infeksi penyakit. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan tentang teknik pemberian ASI terhadap ibu yang bekerja sebelum dan setelah pemberian pendidikan kesehatan di Dusun Tunggul Giriwono Wonogiri tahun 2022. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan case study research (studi kasus). Dengan jumlah populasi 10 ibu menyusui yang bekerja di Dusun Tunggul, Desa Giriwono wonogiri. Dalam penelitian ini peneliti mengambil 5 informan yaitu ibu menyususi yang bekerja dan berusia 20-30 tahun. Pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi, pengukuran tingkat pengetahuan menggunakan kuesioner. Hasil: Didapatkan data tingkat pengetahuan sebelum pendidikan kesehatan adalah informan 1 dengan skor 45, informan 2 skor 50, informan 3 skor 55, informan 4 skor 50, informan 5 skor 55. Tingkat pengetahuan informan setelah pendidikan kesehatan didapatkan hasil adalah informan 1 skor 95, informan 2 skor 90, informan 3 skor 95, informan 4 skor 100, dan informan 5 skor 90. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan tentang cara pengambilan dan penyimpanan ASI bagi ibu menyusui yang bekerja sebaiknya perlu ditingkatkan dan menghimbau kepada seluruh tempat kerja untuk memberikan waktu kepada ibu menyusui untuk mengambil ASInya saat bekerja.</p> <p>Background: Maternity leave period of 3 months for working mothers would tend to leave the baby to their families and working mothers only spend time at work so they didn't have much time to breastfeed their babies during break hours eventhough if there was overtime hours at work and mothers didn't have time to learn about breastfeeding technique. This caused the interruption of exclusive breastfeeding for babies and chooses to replace them with formula milk. Cessation of exclusive breastfeeding would have an impact on infant nutrition that was not fulfilled so that the baby's immune system woould be susceptible to infectious diseases. Purpose: The purpose of this study was to determine knowledge about breastfeeding techniques for working mothers before and after the provision of health education in the Hamlet of Tunggul Giriwono Wonogiri in 2022. Method: This study design used a qualitative research with a case study research approach (case study). The population of this study was 10 breastfeeding mothers who work in Tunggul Hamlet, Giriwono Wonogiri Village. In this study, researchers took 5 informants, namely breastfeeding mothers who are working and aged 20-30 years. Collecting data using interviews, observation, measuring the level of knowledge using a questionnaire. Results: The data obtained from the level of knowledge before health education was informant 1 with a score of 45, informant 2 scored 50, informant 3 scored 55, informant 4 scored 50, informant 5 scored 55. The level of knowledge of informants after health education obtained the results were informant 1 score 95, informant 2 score 90, informant 3 scores 95, informant 4 scores 100, and informant 5 scores 90. Conclusion: The results of this study indicate that there is an increase in the level of knowledge before and after being given health education. Health education on how to collect and store breast milk for working breastfeeding mothers should be improved and urge all workplaces to give breastfeeding mothers time to collect their milk while working.</p> Sri Handayani Fransiska Rosa Marsheila Copyright (c) 2022 Jurnal Keperawatan GSH 2022-07-25 2022-07-25 11 2 45 51 PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN JAHE DAN KUNYIT TERHADAP PENURUNAN SKALA DISMENORHE PADA REMAJA http://jurnal.akpergshwng.ac.id/index.php/kep/article/view/78 <p>Background: Menstruation is the process of removing the lining of the uterus (inner lining of the endometrium) accompanied by repeated bleeding every month, except during pregnancy. Menstruation usually starts in children aged 9-12 years. Primary dysmenorrhea usually occurs in a woman aged 2-3 years after menarche and reaches a maximum at the age of 15-25 years. Ginger and turmeric drinks contain active compounds gingerol and curcumin which are thought to have analgesic, antipyretic and anti-inflammatory functions. Objective: to determine the effect of ginger and turmeric drinks on the dysmenorrhea pain scale in adolescents. Research methods: this study uses a quasi-experimental type of research (Quasy Experimental) with a pretest-posttest design approach. The sample of this research is adolescent Madrasah Tsanawiyah Negeri Sukoharjo, with a purposive sampling technique obtained by a number of 8 respondents. The research instrument used ginger and turmeric drinks, observation sheets and measuring media of dysmenorrhea pain scale. Data analysis used Wilcoxon signed rank test with a significance of 5%. Results: The test results used a significant value (p) of 0.008 so that the p value &lt;0.05, which means that there is an effect of giving the ingredients of ginger and turmeric can reduce pain in young women desminore. Conclusion: ginger and turmeric drinks have an influence on the dysmenorrhea pain scale in adolescents.</p> <p>Latar belakang: Menstruasi adalah proses pelepasan dinding Rahim (lapisan dalam endometrium) yang disertai dengan pendarahan yang terjadi secara berulang setiap bulan, kecuali pada saat terjadi kehamilan. Menstruasi biasanya diawali pada anak usia 9-12 tahun. Dismenorhe primer biasanya terjadi pada seorang wanita berusia 2-3 tahun setelah menarche dan mencapai maksimal pada usia 15-25 tahun. Minuman jahe dan kunyit mengandung senyawa aktif gingerol dan kurkumin yang diduga memiliki fungsi sebagai analgetik, antipiretik, dan antiinflamasi. Tujuan: mengetahui adanya pengaruh pemberian minuman jahe dan kunyit terhadap skala nyeri dismenore pada remaja. Metode penelitian: penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental semu (Quasy Eksperimental) dengan pendekatan pretest-posttest design. Sampel penelitian merupakan remaja Madrasah Tsanawiyah Negeri Sukoharjo, dengan teknik sampling purposive sampling tersebut didapat sejumlah 8 responden. Instrument penelitian menggunakan minuman jahe dan kunyit, lembar observasi dan media ukur skala nyeri dismenore. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon signed rank test dengan signifikansi 5%. Hasil: hasil uji menggunakan nilai signifikan (p) sebesar 0,008 sehingga nilai p &lt; 0,05 yang berarti bahwa terdapat pengaruh pemberian ramuan jahe dan kunyit mampu menurunkan nyeri desminore pada remaja putri. Kesimpulan: minuman jahe dan kunyit memiliki pengaruh terhadap skala nyeri dismenore pada remaja.</p> Anis Prabowo Nurul Istiqomah Wenni Wahyu Rusdiana Copyright (c) 2022 Jurnal Keperawatan GSH 2022-07-25 2022-07-25 11 2 52 56 EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TANDA BAHAYA MASA NIFAS TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU NIFAS http://jurnal.akpergshwng.ac.id/index.php/kep/article/view/79 <p>Background: The postpartum period is a time of risk for maternal death, about 60% of maternal deaths occur after childbirth and almost 50% of postpartum deaths occur in the first 24 hours after delivery. The causes of maternal death during the puerperium are caused by complications during the puerperium. The cause of not knowing the dangers of the postpartum period is the lack of knowledge of the postpartum mother, so that the postpartum mother does not realize that she is experiencing danger signs during the postpartum period. Objective: This study aims to make a case study report on the Effectiveness of Health Education on the Danger Signs of the Postpartum Period on Increasing Knowledge of Postpartum Mothers. Methods: This research is a type of qualitative descriptive research with a case study approach. The population in this study were all postpartum mothers in Dusun Cabakan. The sampling technique used was purposive sampling, namely by taking research subjects who met the criteria. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation and conclusions. Results : The level of knowledge of postpartum mothers before being given health education was mostly (80%) lacking. The level of knowledge of postpartum mothers after being given health education was 100% good. The difference in knowledge before and after being given health education increased from 80% less to 100% good. Conclusion: health education about the danger signs of the puerperium is effective in increasing the knowledge of postpartum mothers.</p> <p>Latar belakang : Masa nifas merupakan masa yang beresiko terjadi kematian pada ibu, sekitar 60% kematian ibu terjadi setelah melahirkan dan hampir 50% dari kematian pada masa nifas terjadi pada 24 jam pertama setelah persalinan. Penyebab kematian ibu dalam masa nifas diantaranya disebabkan oleh adanya komplikasi masa nifas. Penyebab tidak diketahuinya masalah bahaya masa nifas yaitu kurangnya pengetahuan ibu nifas, sehingga ibu nifas tidak menyadari jika mengalami tanda bahaya pada masa nifas. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk membuat laporan studi kasus tentang Efektifitas Pendidikan Kesehatan Tanda Bahaya Masa Nifas Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Nifas. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas di Dusun Cabakan. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling yaitu dengan mengambil subjek penelitian yang memenuhi kriteria. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil : Tingkat pengetahuan ibu nifas sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar (80%) kurang. Tingkat pengetahuan ibu nifas setelah diberikan pendidikan kesehatan 100% baik. Perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberi pendidikan kesehatan mengalami peningkatan dari 80 % kurang menjadi 100% baik. Kesimpulan : pendidikan kesehatan tentang tanda bahaya masa nifas efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu nifas.</p> Y. Wahyunti Kristiningtyas Copyright (c) 2022 Jurnal Keperawatan GSH 2022-07-25 2022-07-25 11 2 57 62 ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. N DI PUSKESMAS BANYUANYAR SURAKARTA http://jurnal.akpergshwng.ac.id/index.php/kep/article/view/80 <p><sup><strong>Latar Belakang</strong>: AKI di Surakarta 2018 terjadi penurunan 4,0% kasus tidak melebihi angka yang diharapkan 52,28%, AKB di Surakarta tahun 2018 menunjuk angka 3,2%. Puskesmas Banyuanyar pada ibu hamil dengan 666 jiwa, persalinan 636 jiwa dan kelahiran bayi 606 jiwa. Upaya untuk menindak lanjuti AKI dan AKB menggunakan pendekatan <em>Contynuity Of Care (COC)</em><em>. </em><strong>Tujuan</strong>: Untuk melaksanakan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny.&nbsp;N&nbsp;dari kehamilan, persalinan, BBL, nifas dan KB di Puskesmas Banyuanyar. <strong>Metode Penelitian</strong>: Desain penelitian digunakan <em>Case Study Research </em>(Studi Kasus). Pengumpulan data pada metode penelitian menggunakan, observasi, wawancara, pemeriksaan, dan pendokumentasian. <strong>Subjek</strong> Ny. N G<sub>2</sub>P<sub>1</sub>A<sub>0 </sub>usia 28 tahun tempat penelitian Puskesmas Banyuanyar, waktu 11 Maret sampai 27 Mei 2022. <strong>Hasil</strong>: Asuhan Kehamilan Ny. N usia 28 tahun G<sub>2</sub>P<sub>1</sub>A<sub>0</sub> dengan standa asuhan 10T. Selama kehamilan Ny.&nbsp;N mengalami keluhan nyeri punggung dan kesemutan.&nbsp; Asuhan untuk mengatasi keluhan dengan bodi mekanik. Asuhan persalinan dengan KPD ditolong&nbsp;oleh bidan&nbsp;Kala I selama 7&nbsp;jam dengan metode balon kateter da &nbsp;induksi, kala 2 selama 12 menit ditemukan perenium kaku dilakukan episiotomy dan lilitan tali pusat,&nbsp;kala&nbsp;3&nbsp;selama 8 menit perdarahan ±50cc, pemantauan kala 4 selama 2 jam normal. Selama nifas kunjungan sesuai standar 4 kali keluhan&nbsp;mules, asuhan&nbsp;diberikan tentang involusi uteri dan jahitan terbuka,&nbsp;diberikan terapi&nbsp;salep&nbsp;bioplacenton® dan personal hygine.&nbsp;Asuhan BBL sesuai standar kunjungan 3 kali ditemukan masalah pusar menonjol,&nbsp;&nbsp;Asuhan dengan menjaga kebersihan pusar dan asuhan lain yang dibutuhkan. Pada asuhan&nbsp;KB Ny. N memilih KB suntik progestin setelah menstruasi. <strong>Simpulan</strong>: Selama pendampingan, peneliti memberikan asuhan yang sesuai dengan kebutuhan klien sehingga masalah dapat teratasi dan tidak ditemukan kesenjangan.</sup></p> <p><sup>Background: AKI in Surakarta 2018 saw a decrease of 4.0% of cases not exceeding the expected figure of 52.28%, AKB in Surakarta in 2018 pointed to a figure of 3.2%. Banyuanyar Health Center in pregnant women with 666 people, delivery of 636 people and birth of 606 babies. Efforts to follow up on AKI and AKB using the Contynuity Of Care (COC) approach Purpose: To carry out comprehensive obstetric care for Mrs. N from pregnancy, childbirth, BBL, puerperium and birth control at the Banyuanyar Health Center. Research Methods: The research design used Case Study Research (Case Study). Data collection on research methods using, observation, interviews, examinations, and documentation Result: Pregnancy Care Mrs. N aged 28 years G2P1A0 with a standard of 10T care. During pregnancy Mrs. N experienced complaints of back pain and tingling Upbringing to overcome complaints with the mechanical body. Childbirth care with KPD was helped by kala I midwives for 7 hours with the catheter balloon method and induction, when 2 for 12 minutes it was found that stiffenium was carried out episiotomy and umbilical cord winding, time 3 for 8 minutes bleeding ±50cc, monitoring kala 4 for 2 normal hours. During the puerperium visit according to the standard 4 times complaints of mules, care was given about uterine involution and open stitches, given bioplacenton® ointment therapy and personal hygine. BBL upbringing according to the standard of 3 visits found prominent navel problems. BBL care was carried out according to standard visits 3 times, it was found that the problem of the navel was prominent, the care was by maintaining the cleanliness of the navel and providing other needed care. In the care of KB Mrs. N chose progestin injection contraception after menstruation.Conclusion: During the mentoring, the researcher has provided care that is in accordance with the client's needs so that problems can be resolved and no gaps are found in theory and practice.</sup></p> Bunga Anjelia Permata Sari Tria Puspita Sari Copyright (c) 2022 Jurnal Keperawatan GSH 2022-07-29 2022-07-29 11 2 63 69